Pantai Palabuhan Ratu merupakan pantai teluk yang secara keseluruhan memiliki karakter yang unik, perpaduan antara pantai curam dan pantai landai. Karang-karang terjal dalam hempasan gelombang dahsyat di satu sisi, dan hutan-hutan cagar alam di sisi lainnya. Keunikan itu menjadi kian menarik manakala keganasan ombak Laut Selatan itu dihubungkan dengan legenda Nyai Roro Kidul.
Nyai Roro Kidul adalah salah seorang putri dari Prabu Siliwangi yang bernama Ratu Kadita yang diusir dari kerajaan Pajajaran karena sihir dari para istri Prabu Siliwangi lainnya yang tidak suka akan kecantikan dari putri Ratu Kadita. Dalam suatu waktu di tengah perjalanan pengusirannya, sang putri kelelahan dan kelaparan, kemudian jatuh pingsan. Ketika ia sadar kembali, didengarnya suara deburan ombak di pantai. Suara ini membangkitkan semangatnya untuk kembali melanjutkan perjalanannya. Ia berjalan terus ke arah suara itu, dan akhirnya ia melihat suatu pemandangan yang sangat indah. Suatu lautan yang luas dengan ombak-ombak besar menerjang batu karang di pantai. Lalu duduklah ia beristirahat di salah satu batu karang tersebut, yang dinamakan Karanghawu. Selagi ia duduk di atas batu karang itu, tertidurlah ia dan bermimpi. Dalam mimpinya ia diberi tahu bahwa keadaan dan kecantikannya dapat dipulihkan bila ia membersihkan dirinya dengan melompat ke dalam laut dan menenggelamkan dirinya. Sejak saat itulah ia menjadi Ratu di laut itu dan memerintah bagian selatan pulau Jawa. |
30 Apr
Palabuhan Ratu
Advertisement




